A.
Pertidaksamaan Linear
Pertidaksamaan adalah suatu kalimat matematika yang
mengandung satu atau lebih peubah dan relasi. Seperti halnya persamaan, menyelesaikan pertidaksamaan merupakan suatu
proses mendapatkan suatu bilangan sehingga pertidaksamaan tersebut menjadi
proporsi yang benar. Bilangan yang diperoleh nantinya merupakan nilai
penyelesaiian untuk suatu pertidaksamaan yang dicari. Himpunan semua nilai
pertidaksamaan merupakan himpunan penyelesaian (himpunan terselesaikan).
Pertidaksamaan
linear merupakan sebuah bentuk kalimat terbuka yang dinyatakan dengan
lambang-lambang yang menunjukkan pertidaksamaan seperti:
>
|
Lebih dari
|
<
|
Kurang dari
|
≥
|
Lebih dari atau sama dengan
|
≤
|
Kurang dari atau sama dengan
|
≠
|
Tidak sama dengan
|
Contoh
dari pertidaksamaan linear satu variabel adalah:
6x
+ 12 ≥ 4x – 10; 10q – 2 < 0
Dalam
pertidaksamaan tersebut, x dan q disebut dengan variabel.
B. Pertidaksamaan Kuadrat
Suatu kalimat terbuka yang memuat variabel dengan
pangkat positif dan memiliki pangkat tertinggi dua dihubungkan dengan tanda
disebut pertidaksamaan kuadrat.
Bentuk umum
pertidaksamaan kuadrat :
ax2
+ bx + c > 0
ax2
+ bx + c ≥ 0
ax2
+ bx + c < 0
ax2
+ bx + c ≤ 0
dengan
a, b, c dan x ϵ R, dan a ≠ 0
Sebelum kita bahas tentang metode penyelesaian pertidaksamaan
kuadrat, kita akan ulas kembali tentang interval/selang serta grafik fungsi
kuadrat yang akan membantu kita dalam menentukan himpunan penyelesaian pertidak
samaan kuadrat nantinya.
1) Interval/Selang
Interval merupakan himpunan bagian bilangan
riil. Sebuah interval dapat dilukiskan pada garis bilangan yang berbentuk ruas
garis(segmen garis) dan terdapat tanda lebih tebal pada titik yang bersesuaian.
1) Grafik Fungsi Kuadrat
Suatu Grafik fungsi
kuadrat berbentuk parabola dengan persamaan y=ax²+bx+c dengan a, b, c ϵ R dan
a ≠ 0. Grafik fungsi kuadrat ini memiliki sifat :
Ø Jika a > 0 grafik fungsi terbuka ke atas, dan
sebaliknya jika a < 0 grafik fungsi terbuka ke bawah.
Ø Memotong sumbu y jika x = 0 dan memotong sumbu x
jika y = 0.
Ø Titik potong terhadap sumbu x ditentukan oleh
suatu nilai.
Diskriminan (D = b² - 4ac) berlaku ketentuan :
·
D > 0 maka parabola
memotong sumbu x di dua titik.
·
D = 0 maka parabola
menyinggung sumbu x.
·
D < 0 maka parabola
tidak memotong sumbu x.
Macam-macam Grafik fungsi
kuadrat dapat ditentukan berdasarkan a > 0 dan D < 0 maka termasuk
definit positif dan jika a<0 dan D<0 disebut definit negatif. Untuk
lebih jelasnya perhatikan tabel dibawah ini.
C. Cara Penyelesaian Pertidaksamaan
1. Pertidaksamaan
Linear Satu Peubah
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyelesaikan pertidaksamaan satu linear peubah adalah:
1)
Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan ditambah atau dikurangi dengan bilangan yang
sama, maka tanda pertidaksamaan tetap.
2)
Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikalikan atau
dibagi dengan bilangan positif yang sama dan tidak nol, maka tanda
pertidaksamaan tetap.
3)
Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikalikan atau
dibagi dengan bilangan negatif yang sama dan tidak nol, maka tanda
pertidaksamaan menjadi sebaliknya.
Contoh soal:
Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan di bawah ini !
a. 3x – 1 >
5
b. 3x + 4 ≤ 5 ( x - 1 )
Jawab :
Jawab :
3x – 1
>5
3x + 4 ≤ 5 ( x - 1 )
3x > 5 +
1
3x + 4 ≤ 5 x - 5
3x
>6
3x – 5x ≤ -5 – 4
x> 6/3
-2x ≤ -9
x
>2
x ≥ 9/2
HP = { x │x > 2, x Є R }
HP = { x │x ≥ 9/2, x Є R }
2. Pertidaksamaan
Linear Dua Peubah
Untuk
menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan linear dua peubah, dapat
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a.
Gambarlah ax + by = c.
b.
Ambil sembarang titik P(x1,
y1) yang terletak di luar garis ax + by = c.
c.
Subtitusikan titik-titik tersebut ke dalam
pertidaksamaan.
d.
Apabila pertidaksamaan benar, maka daerah yang memuat
titik P(x1, y1) adalah
himpunaan penyelesaiannya. Jika pernyataan salah, maka daerah lain yang tidak
memuat titik P(x1, y1) adalah
himpunan penyelesaiannya.
Contoh soal:
a.
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan dari
2x + 3y ≤ 12 !
Jawab:
2x + 3y = 12
Untuk mencari titik potong grafik dengan sumbu x dan
sumbu y dengan cara membuat tabel berikut:
x
|
0
|
6
|
y
|
4
|
0
|
Dengan demikian titik potong dengan sumbu x dan y
adalah (6,0) dan (0,4).

Ambil titik P(0,0) sebagai titik uji pada 2x + 3y ≤ 12 dan diperoleh 2.0 + 3.0 ≤ 12 ↔ 0 ≤ 12 (benar). Daerah yang memiliki titik P(0,0) merupakan daerah penyelesaian.
b.
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan dari
4x + 5y ≥ 20 !
Jawab:
4x + y = 20
Untuk mencari titik potong grafik dengan sumbu x dan
sumbu y dengan cara membuat tabel berikut:
x
|
0
|
5
|
y
|
4
|
0
|
Dengan demikian titik potong dengan sumbu x dan y
adalah (6,0) dan (0,4).
Ambil titik P(0,0) sebagai
titik uji pada 4x + 5y ≥ 20 dan diperoleh 4.0 + 5.0 ≥ 20 ↔ 0 ≥ 20 (salah). Daerah
yang memiliki titik P(0,0) merupakan daerah penyelesaian
3. Pertidaksamaan
Kuadrat
Untuk
dapat menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat dapat dilakukan dengan menggunakan
garis bilangan. Dalam penyelesaian pertidaksamaan kuadrat dengan menggunakan
garis bilangan terdapat beberapa langkah yang harus kita pahami. Berikut adalah
langkah-langkahnya:
a. Ubah pertidaksamaan kuadrat menjadi
bentuk persamaan kuadrat.
b. Tentukan akar-akar dari persamaan tersebut.
c. Tentukan letak akar-akar persamaan
pada garis bilangan.
d. Tentukan daerah positif dan negative.
e. Tulis himpunan penyelesaian yang
sesuai.
Contoh Soal :
Tentukan himpunan
penyelesaian dari pertidaksamaan x2 – 2x –
3 ≤ 0 !
Jawab
:
x2 - 2x - 3 ≤ 0
x2 - 2x - 3
= 0
(x - 3) (x + 1 ) = 0
x
= 3 | x = -1
Jadi,
Himpunn penyelesaiannya adalah { x | -1 ≤ x ≤ 3 }











0 komentar:
Posting Komentar