Kegunaan Atmosfer



KEGUNAAN ATMOSFER

Ilmu fisika yang ada saat ini telah diuliskan di dalam al-quran salah satunya tentang atmosfer yang melindungi bumi. Atmosfer menjadi pelindung dari meteor dengan menghancurkan meteor-meteor tersebut yang mencoba mendekati bumi. Apabila tidak ada atmosfer maka mahluk yang ada di bumi akan selalu dalam bahaya karena gravitasi bumi yang menarik benda langit bisa saja menyebabkan benturan yang sangat keras apabila tidak dihancurkan terlebih dulu sebelum mencapai permukaan bumi.  Seperti yang terdapat pada QS. Al-Baqarah ayat 22: “ (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, …. “, dan QS. Al-Anbiya’ ayat 32: “ Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).
Selain berfungsi melindungi bumi, atmosfer juga berfungsi memfilter (menyaring) sinar – sinar yang berbahaya bagi kehidupan di bumi. Hanya cahaya yang berguna dan tidak berbahaya yang dibiarkan lewat oleh atmosfer, seperti cahaya tampak, ultraviolet tepi, dll. Cahaya tampak berguna bagi penglihatan manusia. Sedangkan sinar ultraviolet tepi merupakan bagian dari sinar ultraviolet tidak berbahaya yang berguna bagi proses fotosintesis tumbuhan. Keistimewaan dari atmosfer bumi adalah dia memiliki sebuah lapisan pelindung yang diberi nama sabuk Van-Allen. Sabuk ini melindungi kita dari radiasi radiasi yang sangat mematikan hasil pancaran matahari dan bintang – bintang lainnya. Tanpa adanya sabuk ini, kehidupan di bumi tidak pernah mungkin terjadi.
Oleh karena itu begitu penting dan sangat berharganya atmosfer bagi kehidupan manusia, sehingga kerusakan yang terjadi akibat ulah manusia itu sendiri akan mengakibatkan bencana yang tentu akan merugikan manusia itu sendiri. Sesuai dengan firman Allah SWT:
“…. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan “.(QS. Al-Qashash [28]:  77).


Realisasi Pancasila


2.1 Realisasi Pancasila yang Objektif
Realisasi serta pengamalan Pancasila secara objektif  yaitu realisasi serta implementasi nilai-nilai Pancasila dalam segala aspek penyelenggaraan negara, terutama dalam kaitannya dengan penjabaran nilai-nilai Pancasila dalam praktis penyelenggaraan negara dan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Implementasi penjabaran Pancasila yang bersifat objektif merupakan perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang realisasi kongkritnya merupakan sumber dari segala sumber hukum (sumber tertib hukum) Indonesia. Implementasi Pancasila yang objektif ini berkaitan dengan norma-norma hukum dan moral, secara lebih luas dengan norma-norma kenegaraan. Implementasi Pancasila secara objektif dalam bidang kenegaraan didukung oleh realisasi Pancasila yang subjektif, yaitu pelaksanaan Pancasila pada setiap individu, perseorangan, termasuk pada penyelenggaraan negara dalam hidup bersama yaitu berbangsa dan bernegara.
Realisasi dan pengamalan Pancasila secara objektif berkaitan dengan pemenuhan wajib hukum yang memiliki norma-norma yang tertuang dalam suatu sistem hukum positif. Hal ini dimaksudkan agar memiliki daya imperatif secara yuridis. Namun, dalam aktualisasi subjektif lebih menentukan keberhasilan aktualisasi Pancasila yang objektif, dan tidak sebaliknya. Dapat juga dikatakan bahwa aktualisasi secara objektif itu akan berhasil secara optimal apabila didukung oleh aktualisasi atau pelaksanaan Pancasila secara subjektif. Hal ini mengandung arti bahwa dalam realisasi Pancasila yang objektif, selain penjabaran nilai-nilai Pancasila dalam segala aspek penyelenggaraan negara juga harus diwujudkan dalam moralitas para penyelenggara negara.


                                                                                                                                    3

2.2 Penjabaran Pancasila yang Objektif
        Pengertian penjabaran Pancasila yang objektif adalah pelaksanaan realisasi dalam setiap aspek penyelenggaraan negara, baik di bidang legislatif, yudikatif maupun eksekutif dan semua bidang kenegaraan dan terutama realisasinya dalam bentuk peraturan perundang-perundangan negara Indonesia, hal itu dapat dirinci sebagai berikut:
Tafsir Undang-Undang Dasar 1945, tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV, yang mengandung arti bahwa Pancasila sebagai sumber asas, norma dan derivasi segala aspek penyelenggaraan negara. Konsekuensinya dalam penilaian terhadap suatu peraturan perundang-perundangan, maka Pancasila sebagai batu uji dalam menentukan suatu peraturan perundangan itu bermakna adil atau tidak.
a.       Pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 dalam undang-undang harus mengingat dasar-dasar pokok pikiran yang tercantum dalam dasar filsafat negara Indonesia.
b.      Tanpa mengurangi sifat-sifat undang-undang yang tidak dapat diganggu gugat, interpretasi pelaksanaannya harus mengingat unsur-unsur yang terkandung dalam filsafat negara.
c.       Interpretasi pelaksanaan undang-undang harus lengkap dan menyeluruh, meliputi seluruh perundang-perundangan, keputusan-keputusan administrasi dari semua tingkat penguasa negara, mulai dari pemerintah pusat sampai dengan alat-alat perlengkapan negara di daerah, keputusan-keputusan pengadilan serta alat perlengkapannya begitu juga meliputi usaha kenegaraan dan aspek kenegaraan lainnya.
d.      Seluruh hidup kenegaraan dan tertib hukum di Indonesia, termasuk pokok kaidah negara serta pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dan UUD 1945didasarkan oleh asas politik dan tujuan negara yang berdasarkan oleh asas kerohanian Pancasila.Dalam realisasi pelaksanaan kongkritnya yaitu dalam setiap penentuan kebijaksanaan di bidang kenegaraan antara lain:
1)      Bentuk dan kedaulatan dalam negara
2)      Hukum, perundang-undangan dan peradilan
3)      Sistem Demokrasi
4)      Pemerintahan dan Pusat sampai daerah
5)      Politik dalam dan luar negeri
6)      Keselamatan, keamanan dan pertahanan
4
7)      Kesejahteraan
8)      Kebudayaan
9)      Pendidikan dan lain sebagainya (Notonagoro, 1971)
10)  Tujuan negara
11)  Reformasi dan segala pelaksanaannya
12)  Pembangunan Nasional dan lain pelaksanaan kenegaraan
2.2.1 Pancasila sebagai Dasar Filsafat Pembangunan Nasional
Negara pada hakikatnya adalah merupakan lembaga kemanusiaan, lembaga kemasyarakatan yang merupakan suatu organisasi. Dalam pengertian ini negara memiliki dasar-dasar sebagai sumber cita-cita untuk membangun, dorongan untuk membangun dan cara-cara pembangunan yang berpangkal pada cita-cita agar manusia sebagai warga negara hidup lebih sesuai dengan martabatnya. Dengan demikian makna hakikat serta arah dan tujuan pembangunan nasional adalah berdasarkan Pancasila yang bersumber pada hakikat kodrat manusia ‘monopluralis’ yang merupakan esensi dari Pancasila. Pembangunan dalam suatu negara sangat penting karena negara sebagai lembaga kemasyarakatan maka negara pada hakikatnya bukanlah merupakan suatu tujuan, melainkan sarana untuk mencapai tujuan dari seluruh warganya.
Pancasila sebagai dasar filsafat negara pada hakikatnya merupakan dasar dan sumber nilai-nilai dan norma-norma dalam segala aspek penyelengaraan negara termasuk pelaksanaan pembangunan nasional.

2.3 Realisasi Pancasila yang Subjektif
            Aktualisasi pancasila yang subjektif adalah pelaksanaan pada setiap pribadi perseorangan, setiap warga negara, setiap individu, setiap penduduk, setiap penguasa dan setiap orang Indonesia. Aktualisasi Pancasila yang subjektif ini justru lebih penting karena realisasi yang subjektif merupakan persyaratan bagi aktualisasi Pancasila yang objektif(lihat Notonagoro, 1975: 44). Dengan demikian pelaksanaan Pancasila yang subjektif ini sangat berkaitan dengan kesadaran, ketaatan serta kesiapan individu untuk merealisasikan Pancasila. Dalam pengertian inilah Pancasila yang subjektif yang mewujudkan suatu bentuk kehidupan di mana kesadaran wajib hukum, telah terpadu menjadi kesadaran wajib moral.

                                                                                                                                                5
            Sehingga dengan demikian suatu perbuatan yang tidak memenuhi wajib untuk melaksanakan Pancasila bukanlah hanya akan menimbulkan akibat hukum namun yang terlebih penting lagi akan menimbulkan akibat moral. Dalam pengertian inilah maka fenomenal kongkrit yang ada pada seseorang yang berkaitan dengan sikap dan tingkah laku seseorang dalam realisasi Pancasila secara subjektif disebut moral Pancasila. Maka aktualisasi Pancasila yang bersifat subjektif ini lebih berkaitan dengan kondisi objektif, yaitu berkaitan dengan norma-norma moral.
Dalam aktualisasi Pancasila yang bersifat subjektif ini bilamana nilai-nilai Pancasila telah dipahami, diresapi dan dihayati oleh seseorang maka seseorang itu telah memiliki moral pandangan hidup. Dan bilamana hal ini berlangsung secara terus menerus sehingga nilai-nilai Pancasila telah melekat dalam hati sanubari bangsa Indonesia, maka kondisi yang demikian ini di sebut dengan kepribadian Pancasila. Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia telah memiliki suatu ciri khas (yaitu nilai-nilai Pancasila, sikap dan karakter) sehingga membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain.
            Dalam pengamalan Pancasila perlu diusahakan adanya suatu kondisi individu akan adanya kesadaran untuk merealisasikan Pancasila. Kesadaran adalah hasil perbuatan akal, yaitu pengamalan tentang keadaan-keadaan yang ada pada diri manusia sendiri. Jadi keadaan-keadaan inilah yang menjadikan objek dari kesadaran dan berupa segala sesuatu yang dapat menjadi sumber pengamalan manusia. Aktualisasi serta pengamalan itu bersifat jasmatuah maupun rokhaniah, dari kehendak manusia.



1.      Kaelan, 2004. Pendidikan Pancasila . Yogyakarta : Paradigma.

ADHD


1.      Definisi Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
Banyak  anak terlahir normal sehingga orang tua relatif mudah dalam mengasuh dan mendidik mereka. Akan tetapi, pada kenyataaannya ada anak terlahir berkelainan sehingga membutuhkan perhatian khusus. Anak seperti ini dianggap oleh masyarakat sebagai tidak normal. Perkembangan anak ini tidak sama dengan perkembangan anak sebayanya apakah secara fisik atau pun secara mental, atau keduanya. Anak yang mempunyai kelainan tubuh belum tentu mempunyai kelainan mental. Akan tetapi, apabila seorang anak mempunyai kelainan mental biasanya dia mempunyai kelainan tubuh yang mempunyai ciri khas terutama anak dengan sindroma Down. Misalnya, tubuhnya lebih pendek, matanya bertipe mongoloid, lidahnya lebih penjang, kepalanya lebih kecil dibandingkan dengan anak sebayanya. Kelainan fisik ini akibat adanya ekstra kromosom pada pasangan kromosom ke-21atau disebut trisomi 21. Akan tetapi, banyak pula anak berkelaian yang tubuhnya normal seperti anak sebayanya. Misalnya anak yang mempunyai masalah belajar, masalah bicara, hiperaktif, intelegensi yang dibawah normal, menderita autisme, ataupun menderita psikotik. Jadi, sesunggguhnya arti anak yang berkelainan dapat bermaca-macam. Istilah yang terkesan lebih manusiawi adalah anak yang berkebutuhan khusus.
Selanjutnya Haring (1982) membuat kategori anak berkelainan sebagai berikut:
           1.      Cacat pengindraan, misalnya kerusakan pendengaran atau penglihatan.
          2.      Penyimpangan mental, termasuk di dalamnya yang sangat berbakat ataupun yang terbelakang             mentalnya.
          3.      Gangguan komunikasi, misalnya masalah-masalah bicara dan bahasa.
         4.      Ketidakmampuan belajar, yaitu masalah-masalah belajar yang serius akan tetapi tanpa adanya             secara fisik.
         5.      Gangguan peerilaku, termasuk di dalamnya masalah emosi.
      6.      Cacat fisik dan kesulitan dalam kesehatan, seperti kerusakan neurologis, konidi-kondisi ortopedik, penyakit seperti leukemia dan anemia karena sel-sel yang sakit, cacat bawaan, dan ketidakmampuan dalam perkembangan.
Tidak jauh berbeda dengan Haring (1982), Telford dan Sawrey (1981) juga mengelompokkan anak berkelainan dan memasukkan anak yang sangat berbakat di dalamnya. Mereka mengklasifikasikan individu berkelainan berdasarkan bidang penyimpangan primer, yaitu:
1.      Penyimpangan intelektual dan akademik.
2.      Penyimpangan pengindraan.
3.      Penyimpangan motor.
4.      Penyimpangan perilaku dan kepribadian.
5.      Penyimpangan sosial.
Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD adalah bentuk ketidakmampuan anak yang ciri-cirinya antara lain, (1) kurang perhatian, (2) hiperaktif, dan (3)  impulsif. Anak yang kurang perhatian (inattentive) sulit berkonsentrasi pada satu hal dan mungkin cepat bosan mengerjakan tugas. Anak hiperaktif menunjukkan level aktivitas fisik yang tinggi, hampir selalu bergerak. Anak impulsif sulit mengendalikan reaksinya dan gampang bertindak tanpa pikir panjang . anak yang menunjukkan gejala ADHD bisa didiagnosis sebagai, (1) ADHD dengan kecenderungan lebih pada kurang perhatian, (2) ADHD dengan kecenderungan lebih pada hiperaktif/impulsif, atau (3) ADHD dengan kecenderungan baik itu kurang perhatian maupun hiperaktif/impulsif.
Tanda-tanda ADHD dapat muncul sejak usia prasekolah. Orang tua dan guru prasekolah (kelompok bermain) dan taman kanak-kanak mungkin mengetahui bahwa ada anak yang sangat aktif dan konsentrasinya kurang. Mereka mungkin mengetahui bahwa ada anak yang sangat aktif dan konsentrasinya kurang. Mereka mungkin mengatakan anak itu `tidak bisa diam`, `tidak bisa duduk barang sedetik saja`, atau `kelihatannya tak pernah mendengarkan orang bicara`. Banyak anak dengan ADHD sulit diatur, kurang toleransi terhadap rasa frustasi, dan punya banyak masalah dalam berhubungan dengan teman sebaya. Karakteristik umum lainnya adalah ketidakdewasaan dan dekil.
Meskipun tanda-tanda ADHD sering kali muncul sejak usia prasekolah, namun sering kali mereka baru ketahuan saat usia SD (Guyer, 2000). Meningkatnya tuntutan akademik dan sosial dalam sekolah formal, dan standar yang lebih ketat untuk kontrol perilaku, sering kali akan mengungkapkan adanya peoblem ADHD dalam diri anak (Whalen, 2000). Guru sekolah dasar biasanya melaporkan bahwa jenis anak ini sulit beker ja secara independen, mengerjakan tugas, dan mengelola tugas. Mereka sering tampak selalu ribut dan tidak fokus. Problem ini lebih mungkin terlihat ketika mereka diberi tugas yang berulang-ulang, atau tugas yang dianggap anak menjemukan (seperti mengisi daftar atau mengerjakan PR). Problem ADHD dahulu dianggap akan berkurang saat anak masuk kerja, tetapi kini diyakini bahwa hal itu jarang terjadi. Perkiraan menunjukkan bahwa ADHD hanya menurun sekitar sepertiga dimasa remaja. Problem ini bahkan terus berlanjut hingga masa dewasa.
Diperkirakan 85 sampai 90 persen anak penderita ADHD menggunakan obat stimulan seperti Ritalin untuk mengendalikan perilakunya (Tousignant, 1995). Seorang anak seharusnya diberi obat hanya setelah dinilai secara lengkap yang mencakup penilain fisiknya. Biasanya diberi dosis kecil untuk menguji efeknya. Jika anak menoleransi dosis kecil, maka dosisnya bisa ditambah. Para periset menemukan bahwa kombinasi obat dan manajemen perilaku bisa memperbaiki  perilaku anak dengan ADHD secara lebih baik ketimbang hanya dengan menggunkan obat saja atau manajemen perilaku saja (Swanson & Volkov, 2002, Swanson, dkk., 2001). Tidak semua anak ADHD merespons positif terhadap stimulan, dan beberapa pengkritik mengatakan bahwa dokter terlalu tergesa-gesa memberikan resep stimulan untuk anak dengan ADHD ringan (Clay,1997). Guru memainkan peran penting dalam mengamati apakah obat yang diberikan terlalu keras sehingga menyebabkan anak mengalami pusing atau alergi. Terkadang guru, terutama di SD, memberikan obat jika dibutuhkan pada saat jam belajar. Adalah penting bagi guru dan orang tua untuk tidak memberikan peasan kepada anak bahwa obat itu adalah jawaban untuk semua kesulitan akademik mereka (Hallahan & Kauffman, 2000). Selain diberi obat, anak dengan ADHD harus diajak untuk bertanggung jawab atas perilaku mereka.
Hampir semua siswa pernah bersikap tidak perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Namun mereka mengalami Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) biasanya memperlihatkan kekurangan luar biasa dalam area-area ini, sebagaimana tercermin dalam kriteria-kriteria berikut ini (American Psychiatric Association, 1994; Barkley, 1998):
·      Tidak perhatian (inattentionI) siswa mengalami kesulitan memusatkan dan mempertahankan perhatian terhadap tugas yang diberikan. Mereka juga mengalami masalah mendengarkan dan mengikuti arahan, membuat kesalahan yang ceroboh berulang kali, dan perhatiannya mudah beralih ke aktivitas-aktivitas lain yang menarik.
·      Hiperaktif (hyperactivity) siswa tampak memiliki energi yang besar sekali. Mereka mudah gelisah, lalu-lalang dikelas pada saat yang tidak tepat, atau sulit bekerja atau bermain dengan lebih tenang.
·      Impulsh (impulsivity) siswa mengalami kesulitan mencegah prilaku yang tidak sesuai. Mereka berkata-kata tanpa berpikir terlebih dahulu, mulai mengerjakan tugas terlalu dini, atau terlibat dalam prilaku yang berisiko atau destruktif tanpa mempertimbangkan konsekuensi-konsekuensinya.
Siswa yang mengalami ADHD tidak harus selalu memperlihatkan ketiga karakterisik ini sekaligus. Sebagai contoh, beberapa diantara mereka bersikap tidak perhatian namun tidak hiperaktif, seperti kasus Tim. Namun semua siswa yang mengalami ADHD agaknya memiliki sebuah karakteristik yang sama tidak mampu menahan pikiran atau tindakan yang tidak sesuai, atau kedua-duanya (Barkley, 1998; Casey. 2001). Tim, misalnya, mudah sekali terganggu oleh pikiran-pikirannya dan lamun-lamunannya ketika ia seharusnya memusatkan perhatian pada pelajaran dikelas.
ADHD diduga memiliki asal-usul biologis dan barangkali juga genetis (Barkley, 1998; Purdie, Hattie & Carroll, 2002; Sabbagh, Xu, Carlson, Moses, & Lee, 2006). Namun, begitu diidentifikasi mengalami ADHD, banyak siswa dapat dibantu melalui teknik-teknik dan cara penyembuhan (remediation).

2.      Karakteristik Umum
Selain sikap tidak perhatian, hiperaktif, dan impulsif, siswa yang diidentifikasi mengalami ADHD juga memperlihatkan karakteristik-karakteristik berikut ini:
·         Imajinasi dan kreativitas yang luar biasa
·         Kesulitan dalam pemrosesan kognitif dan prestasi sekolah yang buruk
·         Masalah perilaku di kelas (misalnya, suka mengganggu, tidak beraturan)
·         Kesulitan menafsirkan dan menganalisis berbagai situasi sosial
·         Memperlihatkan reaksi emosional yang lebih besar (seperti mudah tergugah, sikap bermusuhan) dalam interaksi dengan teman-teman sebaya
·         Jarang sekali menjalin hubungan pertemanan; kadang kala mendapat penolakan yang seketika dari teman-teman sebaya
·         Memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengonsumsi tembakau dan alkohol di masa remaja (Barkley,1998; Gresham & MacMillan, 1997; Grodzinsky & Diamond;1992; Hallowell,1996; Lahey & Carlson, 1991; Landau & McAninch,1993; E. P. Lorch et. al., 1999; Milch-Reich et. al., 1999; Whalen, Jamner, Henker, Delfino, & Lozano, 2002).
Beberapa siswa yang mengalami ADHD bisa juga mengalami kesulitan belajar atau juga gangguan emosi atau perilaku, sementara yang lain mungkin berbakat (Barkley, Conte, 1991; R. E. Reeve,1990). simtom-simtom yang berkaitan dengan ADHD bisa berkurang di masa remaja, tetapi sampai taraf tertentu bertahan selama masa sekolah, yang membuat siswa kesulitan menangani tuntutan yang semakin meningkat untuk berperilaku mandiri selama masa sekolah, yang membuat siswa kesulitan menangani tuntutan yang semakin meningkat untuk berperilaku mandiri dan bertanggung jawab di sekolah (Barkley, 1998, Claude & Firestone, 1995; E.L. Hart, Lahey, Loeber; Applegate & Frick, 1995). Karenanya, siswa yang mengalami ADHD memiliki risiko lebih tinggi untuk putus sekolah dibandingkan siswa-siswa yang normal (Barkley, 1998).
Mengadaptasi Instruksi para peneliti dan praktisi menawarkan beberapa saran untuk membantu siswa yang mengalami ADHD:
·         Modifikasilah jadwal siswa dang lingkungan kerja
Simtom-simtom ADHD cenderung memburuk dari hari ke hari. Mak, idealnya, siswa mendapat mata pelajaran dan tugas-tugas yang sulit dikerjakan di pagi hari, bukan di sore  hari. Selain itu, jauhkan meja siswa dari distraksi (misalnya, jauhkan dari pintu dan jendela, namun jangan terlalu dekat dengan kawan sekelas) dan dekatkan tempat duduknya dengan guru sehingga guru dapat memonitor, meningkatkan atensi, dsn prestasi mereka (Barkley, 1998).
·         Ajarkan strategi mempertahankan atensi
Siswa yang mengalami ADHD seringkali terbantu apabila mempelajari strategi-strategi konkret untuk mempertahankan atensinya pada tugas yang diberikan (Buchoff, 1990). Sebagai contoh, meminta mereka untuk tetap mengarahkan pandangannya ke kita ketika kita memberikan arahan dan memberikan informasi baru. Kita juga dapat mendorong mereka berpindah ke tempat duduk baru apabila mereka banyak mengalami distraksi pandangan dan pendengaran di tempat duduk yang sedang ditempati.
·         Berikan wadah bagi mereka untuk menyalurkan energinya yang berlebihan
Untuk membantu siswa agar dapat mengontrrol energinya yang berlebih, kita menyelingi pekerjaan akademik yang tenang dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan latihan fisik (Pelleg & Bohn, 2005; Pfiffner & Barker, 1998). Kita juga dapat memberikan siswa waktu untuk menenangkan diri sebelum meminta mereka terlibat dalam sebuah aktivitas yang membutuhkan konsentrasi (Pelleg & Horvart, 1995).
·         Bantulah siswa mengelola dan menggunakan waktunya secara efektif
Oleh karena karakteristik mereka yang tidak perhatian dan hiperaktif, siswa ADHD seringkali mengalami kesulitan menyelesaikan tugas-tugas harian di kelas. Kita dapat menunjukkan kepada mereka  bagaimana membuat daftar tugas-tugas yang harus dikerjakan dan membuat jadwal harian yang ditempatkan di atas meja belajar mereka. Kita juga dapat memecah tugas-tugas besar menjadi lebih sederhana (subtugas) dan menetapkan waktu yang pendek untuk setiap subtugas tersebut. Dan kita juga dapat menyediakan sebuah folder di dalamnya siswa mengirimkan tugas-tugas  PR ke dan dari sekolah (Buchoff, 1990; Pfiffner & Barkley, 1998).


Ormnrod, Jeanne Elli. 2008. Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang diterjemahkan oleh Wahyu Indianti, dkk. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Uno, Hamzah B, dan Masri Kudrat Umar. 2014. Mengelola Kecerdasan Dalam Pembelajaran: Sebuah Konsep Pembelajaran Berbasis Kecerdasan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Yaumi, Muhammad. 2012. Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences. Jakarta: Dian Rakyat.

Sejarah dan Filafat Matematika



BAB 1 PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Matematika (dari bahasa Yunani:  adalah studi besaranstrukturruang, dan perubahan. Terjadi perdebatan tentang apakah objek-objek matematika seperti bilangan dan titik sudah ada di semesta, jadi ditemukan, atau ciptaan manusia. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai "ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting". Namun, walau matematika pada kenyataannya sangat bermanfaat bagi kehidupan, perkembangan sains dan teknologi, sampai upaya melestarikan alam, matematika hidup di alam gagasan, bukan di realita atau kenyataan. Dengan tepat, Albert Einstein menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan." Makna dari "Matematika tak merujuk kepada kenyataan" menyampaikan pesan bahwa gagasan matematika itu ideal dan steril atau terhindar dari pengaruh manusia.
Matematika selalu berkembang, misalnya di Tiongkok pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri. Pada makalah ini akan dibahas mengenai tokoh-tokoh matematika yaitu Leonhard Euler, Johann Carl Friedrich Gauss, dan Georg Friedrich Bernhard Riemann.

B.     Rumusan Masalah

   1.      Bagaimana biografi dan penemuan Leonhard Euler?
   2.      Bagaimana biografi dan penemuan Johann Carl Friedrich Gauss?
   3.      Bagaimana biografi dan penemuan Georg Friedrich Bernhard Riemann?

C.    Tujuan

   1.      Untuk mengetahui biografi dan penemuan Leonhard Euler.
   2.      Untuk mengetahui biografi dan penemuan Johann Carl Friedrich Gauss.
   3.      Untuk mengetahui biografi dan penemuan Georg Friedrich Bernhard Riemann.


BAB 2 PEMBAHASAN

A.    Leonhard Euler

Leonhard Euler merupakan pria berkebangsaan Swiss yang lahir di Basel, 15 April 1707. Ayahnya adalah seorang pastor Calvinisme, Paul Euler yang merupakan lulusan teologi dari University of Basel dan pernah mengambil mata kuliah Jacob Bernoulli, seorang matematikawan terkemuka Eropa. Sedangkan ibunya adalah anak dari seorang pastor, Marguerite Brucker. Kedua orang tua Leonhard juga memiliki dua orang putri yang tidak lain adalah adiknya, yaitu Anna Maria dan Maria Magdalena. Satu tahun setelah kelahiran Leonhard Euler, keluarganya pindah ke Riehen. Di Riehen pula Leonhard menghabiskan masa kecilnya. Karena ayah Leonard pernah mengambil kelas matematika ketika kuliah, sehingga ia pun mengajarkan matematika dasar kepada anak lelakinya itu. Leonard menjalani pendidikan formal di Basel, dimana pada saat itu ia harus tinggal bersama nenek
dari pihak ibunya. Sekolah Leonard bisa dibilang sebagai salah satu sekolah miskin yang ada dipenjuru negeri, sehingga tidak mempelajari matematika.
Meski tidak mempelajari matematika secara formal, tetapi minatnya akan matematika tidak berhenti terutama setelah sang ayah mengajarinya matematika dasar. Hal tersebut yang pada
akhirnya mendorong Leonhard kecil untuk membaca buku matematika sendiri dan mengambil beberapa les privat matematika. Ayah Leonard yang seorang pastor menginginkan agar putra satu-satunya itu mengikuti jejaknya menjadi pastor, sehingga ayahnya mengirimnya ke University of Basel untuk persiapkan menjadi seorang pastor. Di tahun 1720, ketika usianya masih 14, Leonhard masuk ke University of Basel dan menjalani pendidikan umum sebelum akhinya ia menjalani studi lebih lanjut. Johann Bernoulli, seorang matematikawan terkemuka Eropa yang juga dosen dan sahabat baik ayah Leonard ketika berkuliah di University of Basel. Pada akhirnya, Johann Bernoulli, menjadi orang pertama yang menyadari potensi besar Leonard terhadap matematika setelah menjalani les privat yang digagas Leonard sendiri. Di tahun 1723, Leonard menyandang gelar Master bidang filsafat setelah membandingkan filsafat Descartes dan Newton. Demi mewujudkan keinginan ayahnya, Leonard memulai studi teologinya ketika musim gugur 1723. Meski sejak lahir Leonard berasal dari keluarga Kristen yang taat, tetapi selama menjalani studi teologinya, ia tidak menemukan antusiasme tentang teologi, bahasa Yunani dan bahasa
Ibrani. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan antusiasme pada matematika yang sangat besar. Setelah Johann Bernoulli meyakinkan Paul Euler bahwa Leonhard ditakdirkan untuk menjadi
seorang matematikawan hebat, akhirnya Leonhard diperbolehkan mendalami bidang yang diminatinya itu. Leonhard Euler akhirnya lulus dari University of Basel pada 1726 setelah memperlajari
banyak karya di
bidang matematika.
Karir Leonhard Euler
·         Leonhard Euler pindah ke Rusia dan menjabat sebagai Letnan Medis di Angkatan Laut Rusia dari tahun 1727 -1730. Selam di Rusia Leonhard tinggal bersama anak dari Johann Bernoulli, Daniel yang tinggal di Negara beruang putih.
·         Ia menjadi guru besar fisika di St Petersburg Academy of Sciences, Rusia pada tahun 1730. Daniel, yang menjabat senior di Departemen Matematika akhirnya meninggalkan posisi tersebut dan digantikan oleh Leonhard yang diangkat pada 1733.
·         Leonhard merupakan penulis produktif yang sudah menghasilkan banyak artikel dan buku. Buku ‘Mechanica’ yang diterbitkan pada 1736 – 1737 menjelaskan tentang Dinamika Newton dalam bentuk analisis matematika.
·         Buku lainnya adalah ‘Introductio in analysin infinitorum’ yang diterbitkan pada 1748 dengan mengembangkan fungsi konsep dalam analisis matematika. Karya-karya yang dihasilkannya sangat berpengaruh pada geometri analitis modern dan trigonometri.
·         Selain matematika, Leonhard juga tertarik pada astronomi, sehingga mengembangkan teori gerak lunar yang melibatkan interaksi antara matahari, bulan dan bumi. Di bidang astronomi, ia hanya bisa merancang solusi parsial yang kemudian diterbitkan pada 1753.
·         Ia menulis buku kalkulus, ‘Institutiones calculi differentialis’ pada 1755 kemudian ‘Institutiones calculi integralis’ sejak 1768-1770. Hasil karyanya ini menjadi dasarkalkulus modern seperti formula integrasi dan diferensiasi.
·         Ia menjelaskan prinsip-prinsip dasar mekanika, optik, fonetik, dan astronomi melalui karyanya ‘Lettres a une princesse d’Allemagne’ yang diterbitkan dari 1768 – 1772.
·         Leonhard membuktikan identitas Newton, dan juga beberapa teori-teori yang dikemukakan oleh matematikawan, Fermat, termasuk didalamnya teorema kecil Fermat dan teorema Fermat
pada jumlah dua kotak.
·         Leonhard mengolah teorema kecil Fermat lalu menggunakan temuannya sendiri dan fungsi-fungsi yang sudah dikembangkannya, kemudian menyebutnya sebagai teorema Euler.
·         Leonard berperan penting dalam perkembangan persamaan balok Euler-Bernoulli yang saat ini menjadi dasar teknik. Ia juga sangat populer menggunakan temuan ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah dikehidupan nyata, dan salah satu yang sangat terkenal adalah teka-teki jembatan Königsberg.
·         Leonard juga memperkenalkan beberapa simbol konvensi pada matematika melalui banyak artikel dan buku, termasuk ia yang memberikan konsep fungsi dan menjadi orang pertama yang
menulis f (x).
·         Memperkenalkan simbol modern untuk fungsi trigonometri dan karena jasanya tersebut maka digunakan lambang ‘e’ sebagai landasan logaritma natural.
Penghargaan dan Karya Terbesar Leonhard Euler:
·         Leonhard Euler pertama kali mengikuti kompetisi Paris Academy Prize Problem pada tahun 1727 yang membawanya berada diurutan kedua. Di kompetisi yang sama ia sudah berpartisipasi beberapa kali dan memenangkan hadiah sebanyak dua belas kali sepanjang hidupnya.
·         Ia sangat diperhitungkan sebagai matematikawan terbesar yang pernah berjalan dunia. Ia sudah berkontribusi luar biasa di bidang matematika dan menjadi matematikawan yang diabadikan dalam notasi matematika, yaitu Nomor Euler dalam kalkulus ‘e’ (kurang lebih sama dengan 2.71828), dan konstanta Euler-Mascheroni ‘γ’ (kira-kira sama dengan 0.57721).
Ia membantu mengembangkan persamaan balok Euler-Bernoulli yang aplikasinya meluas ke teknik sipil dan teknik mesin.
·         Leonhard memperkenalkan beberapa simbol konvensi, seperti penulisan ‘f (x)’ untuk menunjukkan fungsi, huruf Yunani ‘Σ’ untuk jumlah dan huruf ‘e’ untuk dasar logaritma natural.




B.     Johann Carl Friedrich Gauss

Carl Friedrich Gauss (1777 - 1855) adalah seorang matematikawan, astronomi, dan fisikawan asal Jerman legendaris yang memberikan beragam kontribusi. Ia dipandang sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa selain Archimedes dan Isaac Newton. Pada usia tujuh tahun, Carl Friedrich Gauss memulai sekolah dasar, dan potensinya segera diketahui. Gurunya, Büttner, dan asistennya, Martin Bartels, tercengang saat Gauss menyimpulkan Bilangan bulat dari 1 sampai 100 langsung dengan melihat bahwa jumlahnya adalah 50 pasang bilangan yang masing-masing pasangan dijumlahkan menjadi 101.
Pada 1788 Gauss memulai pendidikannya di Gimnasium dengan bantuan Büttner dan Bartels, di mana dia belajar bahasa Jerman dan Latin. Setelah menerima uang saku dari Duke of Brunswick- Wolfenbüttel, Gauss memasuki Brunswick Collegium Carolinum pada tahun 1792. Di akademi Gauss secara independen menemukan hukum Bode, teorema binomial dan mean geometri aritmetika, serta hukum timbal balik kuadrat dan prima. Nomor teorema. Gauss  menerbitkan buku keduanya, Theoria motus corporum coelestium di sectionibus conicis Solem ambientium, pada tahun 1809, sebuah risalah volume utama dua pada gerak benda langit. Pada volume pertama ia membahas persamaan diferensial, bagian kerucut dan orbit berbentuk bulat panjang, sementara pada volume kedua, bagian utama dari pekerjaan tersebut, ia menunjukkan bagaimana memperkirakan dan kemudian memperbaiki perkiraan orbit planet. Kontribusi Gauss terhadap astronomi teoritis berhenti setelah 1817, meskipun ia terus melakukan pengamatan sampai usia 70 tahun.
Pada usia 19 tahun ia menyelesaikan masalah yang membingungkan Euclid, menggambarkan polygon 17 sisi di dalam lingkaran dengan menggunakan jangka dan kompas, dan pada tahun 1801, pada usia yang ke-24 tahun, ia mempublikasikan karya terbesarnya, Disquisitiones Arithmeticae”, yang dipandang banyak orang sebagai salah satu prestasi paling berlian dalam matematika. Dalam makalah itu Gauss melakukan sistematisasi studi dari teori bilangan (sifat-sifat bilangan bulat atau integer) dan merumuskan konse dasar dari hal tersebut.
Diantara prestasinya yang banyak sekali, Gauss menemukan kurva Gaussian atau kurva berbentuk lonceng yang merupakan dasar teori probabilitas, memberikan interpretasi geometric pertama mengenai bilangan kompleks dan mengembangkan metode-metode karakteristik permukaan secara interistik dengan menggunakan kurva-kurva yang dikandungnya, mengembangkan teori pemetaan konformal (angle preserving) dan menemukan geometri non-Euclidean 30 tahun sebelum dipublikasikan oleh orang lain. Dalam bidang fisika ia memberikan sumbangan yang besar terhadap teori lensa dan gerakan kapiler, dan bersama Wilhelm Weber ia mengerjakan pekerjaan penting dalam bidang elektromagnetisme, magnetometer bifilar dan elektrograf. Gauss adalah orang yang sangat religious dan aristoratik dalam kesajaannya. Ia dengan mudah menguasai bahasa-bahasa asing, sangat senang membaca dan meminati bidang minarologi dan botani sebagai hobi. Ia tidak suka mengajar dan biasanya bersikap dingin tidak mendukung terhadapahli matematika yang lainnya, kemungkinan ini karena ia mengantisipasi kerja mereka. Dikatakan bahwa jika saja Gauss mempublikasikan semua penemuaannya, maka matematika saat ini akan lebih maju 50 tahun. Tak diragukan lagi bahwa ia adalah ahli matematika terbesar dalam era modern. Wilhelm Jordan (1842-1899) adalah seorang insinyur Jerman yang ahli dalam bidang geodesi. Sumbangannya untuk penyelesaian sistem linear dalam buku populernya, Handbuch de Vermessungskunde (Buku panduan Geodesi) pada tahun 1988. Contoh Sumbangannya untuk penyelesaian sistem linear dalam buku populernya Dalam aljabar linear, eliminasi Gauss-Jordan adalah versi dari eliminasi Gauss. Pada metode eliminasi Gauus-Jordan kita membuat nol elemen elemen di bawah maupun di atas diagonal utama suatu matriks. Hasilnya adalah matriks tereduksi yang berupa matriks diagonal satuan (Semua elemen pada diagonal utama bernilai 1, elemen-elemen lainnya nol). Metode eliminasi Gauss-Jordan kurang efisien untuk menyelesaikan sebuah SPL, tetapi lebih efisien daripada eliminasi Gauss jika kita ingin menyelesaikan SPL dengan matriks koefisien sama.
Penemuan-penemuan Johann Carl Friedrich Gauss:
Nama Gauss mulai terkenal sehingga merencanakan menggunakan bahan-bahan dalam buku itu untuk disertasi doktoral, namun pihak penerbit menolak. Dicari judul lain sebelum akhirnya didapat judul panjang, Demonstratio nova theorematis omnem functionem algebraicam rationalem integram unius variabilis in factores reales primi vel secundi gradus revolvi posse yang terbit lebih awal, tahun 1799. Isi tesis doktoral adalah membuktikan theorema dasar aljabar – membuktikan bahwa polinomial pangkat n (kuadrat adalah pangkat 2 dan kubik adalah pangkat 3, quartik adalah pangkat 4 dan seterusnya) mempunyai (hasil) akar pangkat n juga. Hal tersebut baru valid (sahih) apabila perlakuan terhadap bilangan imajiner sama seperti bilangan riil.
Untuk bilangan riil:
x4 + 2x³ + 9 = 0 akan mempunyai 4 hasil (bilangan) akar
x³ + x² + 2x + 4 = 0 akan mempunyai 3 hasil (bilangan) akar.
Untuk bilangan imajiner:
x² + 4 = 0 tidak dapat diselesaikan apabila bilangan riil yang dipakai.

Hasil yang diperoleh adalah x = ± √-4, atau x = ± 2√-1. Seperti dinyatakan oleh Euler bahwa ekspresi √- 1 dan √-2 tidak dimungkinkan atau merupakan bilangan-bilangan imajiner, karena akar bilangan adalah negatif; sesuatu tidak ada apa-apa (nothing) karena bukan bilangan dan bukan pula bilangan yang lebih besar dari sesuatu tidak ada (nothing).* Gauss menyatakan bahwa bilangan negatif juga termasuk dalam sistim bilangan.
Tidak lama setelah terbitnya Disquisitiones Arithmeticae, Gauss menjadi pengajar dan menulis makalah singkat berjudul The Metaphysics of Mathematics, yang disebut sebagai salah satu uraian singkat dan jelas yang pernah ditulis tentang dasar-dasar matematika. Penyederhanaan ini dimaksudkan pada keyakinan bahwa akan memudahkan mahasiswa belajar matematika.
Sistem bilangan
Gauss membagi bilangan dimulai dari bilangan kompleks. Dari bilangan kompleks itu kemudian diturunkan bilangan-bilangan lain. Bilangan riil, sebagai contoh, sebenarnya adalah bilangan dalam bentuk a + bi, dimana a adalah bilangan riil dan b = nol; bilangan imajiner adalah bilangan kompleks yang mempunyai bentuk sama dengan a = nol dan b adalah bilangan riil. Untuk memudahkan penjelasan diberikan diagram di bawah ini.
Keberadaan bilangan kompleks tidak hanya mempengaruhi aljabar, tapi juga berdampak pada analisis dan geometri. Teori fungsi dari bilangan kompleks kemudian dikembangkan; geometri diferensial [angka] mutlak dan analisis vektor – sangat vital bagi sains modern – berkembang sehingga dikenal
bilangan-bilangan setengah-riil dan setengah-imajiner. Bilangan kompleks dapat ditambah, dikurang, dikali, dibagi, dipangkat atau dicari hasil akarnya dalam kasus dimana bilangan kompleks dalam bentuk a + bi – meskipun a, b atau keduanya mungkin sama dengan nol. Bilangan baru dapat dibuat untuk melakukan operasi terhadap bilangan-bilangan kompleks. Sistem bilangan aljabar lama sekarang tertutup, untuk penggunaan bilangan-bilangan kompleks, semua bentuk persamaan dapat diselesaikan dan semua jenis operasi dapat dilakukan. Deret tidak terhingga yang terus membesar seperti 1 + 2 + 4 + 8 + … menggoda hati Gauss, yaitu bagaimana menghitung eskpresi matematika (fungsi) untuk menggambarkannya. Pada analis sebelumnya tidak dapat menjelaskan misteri ini, proses menuju ketakterhinggaan. Tidak puas dengan apa yang tertulis pada buku teks, Gauss menyiapkan pembuktian. Awal yang membuat Gauss berkutat dengan analisis. Metode Gauss ini mengubah seluruh aspek matematika.
Menekuni astronomi
Sangat disayangkan, energi matematika Gauss sempat terhenti pada usia 24 tahun. Minat terhadap matematika berubah menjadi astronomi. Hal ini tidak dapat dihindari karena tidak ada universitas yang menghargai bakat-bakat matematikanya yang terus dirongrong kesulitan finansial – tidak dapat mengharapkan bangsawan Brunswick terus menerus memberi subsidi – dia mengambil jalan cepat meraih prestasi akademik, ketenaran dan tentunya uang lewat astronomi. Saat itu telah diketahui beberapa planet kecil dan di sini Gauss berupaya menghitung orbit dengan matematika. Gayung bersambut karena pada tahun 1801, Akademi Sains St. Peterburg menunjuk Gauss menjadi direktur observatorium. Mendengar kabar ini bangsawan Brunswick menaikkan uang “jajan” Gauss serta berjanji membangun observatorium yang sama di Brunswick. Tawaran pihak Rusia ditolak oleh Gauss karena loyalitas ini. Para matamatikawan terkemuka Eropa membuat pernyataan dan mendaulat agar Gauss diterima di universitas Gottingen. Negosiasi ini berjalan alot, lima tahun kemudian, baru disetujui, sedang Gauss sendiri terus melakukan penelitian astronomi di Brunswick. Gauss selalu mengalami kesulitan menjadi seorang pengajar. Cara pandangnya yang kelewat jauh membuat siswa-siswanya frustrasi. Sebaliknya, Gauss menganggap siswa-siswanya tidak pernah siap menghadapi kuliahnya. Buku karya Gauss juga sulit dipahami dimana salah seorang yang mampu memecahkannya adalah teman sekaligus murid Gauss, [Peter Gustav Lejeune] Dirichlet (1803 – 1859).
menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Gottingen dan meninggal di sana juga.



C.    Georg Friedrich Bernhard Riemann

Georg Friedrich Bernhard Riemann (lahir 17 September 1826 – meninggal 20 Juli 1866 pada umur 39 tahun) ialah matematikawan Jerman yang membuat sumbangan penting pada analisis dan geometri diferensial, beberapa darinya meratakan jalan untuk pengembangan lebih lanjut pada relativitas umum. Namanya dihubungkan dengan fungsi zeta Riemann, integral Riemann, lema Riemann, manipol Riemann, teorema pemetaan Riemann, problem Riemann-Hilbert, teorema Riemann-Roch, persamaan Cauchy-Riemann dll. Ia lahir di Breselenz, sebuah desa dekat Dannenberg di Kerajaan Hanover di Jerman sekarang. Ayahnya Friedrich Bernhard Riemann ialah pastor Lutheran di Breselenz. Bernhard merupakan anak kedua dari 6 bersaudara.
Pada 1840 Bernhard pergi ke Hanover untuk tinggal dengan neneknya dan mengunjungi Lyceum. Setelah kematian neneknya pada 1842 ia pindah ke Johanneum di Lüneburg. Pada 1846, pada usia 19, ia mulai belajar filologi dan teologi di Universitas Göttingen. Ia mengikuti ceramah Gauss. Pada 1847 ayahnya mengizinkannya berhenti belajar Teologi dan mulai belajar matematika. Pada 1847 ia pindah ke Berlin, di mana Jacobi, Dirichlet dan Steiner mengajar. Ia tinggal di Berlin selama 2 tahun dan kembali ke Göttingen pada 1849. Riemann menyelenggarakan ceramah pertamanya pada 1854, yang tak hanya menemukan bidang geometri Riemann namun menentukan tahapan untuk relativitas umum Einstein. Ia dipromosikan sebagai guru besar istimewa di Universitas Göttingen pada 1857 dan menjadi guru besar luar biasa pada 1859 menyusul kematian Dirichlet.
Penemuan G.F Riemann:
Perhatikan contoh berikut. Diketahui suatu kurva dengan persamaan y = 4 – x2. Berapakah luas daerah yang terletak di bawah kurva tersebut, di atas sumbu x, dan dibatasi sumbu y dan garis x = 4? Luas daerah yang dimaksud adalah area berwarna biru pada Gambar 1 di bawah ini
Salah satu pendekatan yangmungkin dibuat adalah dengan membuat sayatan-sayatan persegi panjang di dalam bidang yang akan dihitung luasnya, digambarkan sebagai berikut.
Misalkan bidang berwarna biru tadi digambarkan di selembar kertas. Kemudian, dengan menggunakan kertas berwarna merah, kita buat 4 buah persegi panjang yang lebarnya masing-masing adalah 0,4 satuan dan tinggi setiap persegi panjang tersebut dibuat sedemikian hingga sudut kanan atas persegi panjang terletak pada kurva y = 4 – x2 seperti pada Gambar 2 di samping.  Panjang masing-masing persegi panjang tersebut dapat dihitung dan disajikan pada tabel berikut.
Tabel 1
X
y = 4 – x2
(panjang)
Lebar
Luas
0,4
3,84
0,4
1,536
0,8
3,36
0,4
1,344
1,2
2,56
0,4
1,024
1,6
1,44
0,4
0,576
2,0
0,00
0,4
0,000 *)
Jumlah
4,480

tidak menghasilkan suatu persegi panjang, namun ditampilkan dalam hubungannya dengan pembahasan selanjutnya mengenai partisi

Tabel 1 menyajikan panjang, lebar, dan luas masing-masing persegi panjang. Apabila keempat persegi panjang itu kita tempatkan/pasangkan/tempelkan di daerah biru seperti pada Gambar 2, maka akan terlihat bahwa keempat persegi panjang merah menyisakan daerah biru yang tidak tertutupi. Ini menandakan bahwa sebenarnya luas total semua persegi panjang, yaitu 4,480 (lihat Tabel 1), sebenarnya kurang dari luas daerah biru, yaitu luas yang dipersoalkan.
Bagaimana caranya agar, dengan metode serupa ini, semakin sedikit daerah biru yang tidak tertutupi? Ini dapat dilakukan dengan membuat irisan persegi panjang yang lebih tipis-tipis lagi. Sekarang kita buat 9 buah persegi panjang kuning yang lebarnya masing-masing adalah 0,2 satuan. Panjangnya masing-masing dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2
X
y = 4 – x2
(panjang)
Lebar
Luas
0,2
3,96
0,2
0,792
0,4
3,84
0,2
0,768
0,6
3,64
0,2
0,728
0,8
3,36
0,2
0,672
1,0
3,00
0,2
0,600
1,2
2,56
0,2
0,512
1,4
2,04
0,2
0,408
1,6
1,44
0,2
0,288
1,8
0,76
0,2
0,152
2,0
0,00
0,2
0,000 *)
Jumlah
4,920

tidak menghasilkan suatu persegi panjang, namun ditampilkan dalam hubungannya dengan pembahasan selanjutnya mengenai partisi
Kesembilan persegi panjang kuning tersebut kemudian dipasangkan/ditempelkan pada daerah berwarna biru dengan cara seperti yang dapat dilihat pada Gambar 3 berikut ini.
Tampak bahwa dengan sembilan persegi panjang kuning ini, semakin sedikit daerah biru yang tersisa. Ini menandakan total luas daerah kuning, yaitu 4,920 (lihat Tabel 2), semakin mendekati lagi luas daerah yang ditanyakan.
Untuk mempersedikit lagi sisa daerah berwarna biru, tentunya kita dapat melakukan proses serupa, yaitu dengan memperkecil lebar persegi panjang (membuat irisan-irisan yang lebih tipis) atau dengan memperbanyak persegi panjang.
Pada percobaan pertama, kita membagi selang tutup [0,2] menjadi 5 selang yang lebarnya sama, yaitu 2/5 = 0,4 satuan, yang merupakan lebar masing-masing persegi panjang merah. Di percobaan kedua kita membagi selang tersebut menjadi 10 selang yang lebarnya sama, yaitu 2/10 = 0,2 satuan, yang merupakan lebar masing-masing persegi panjang kuning. Sekarang, misalkan [0,2] dibagi menjadi n buah selang yang lebarnya sama, yaitu 2/n. Akibatnya, panjang persegi panjang ke-I  adalah  4 - (2i/n^)2 dan luas masing-masing persegi panjang adalah Li = 2/n[4 - (2i/n)^2] = 8/n -8i^2/n^3  dan total luas (n – 1) buah persegi panjang tersebut adalah:



Karena , 


Sn dapat dinyatakan sebagai berikut:

Apabila n semakin besar (irisan persegi panjang semakin tipis), total luas semua persegi panjang tersebut adalah:
nilai L inilah yang merupakan luas daerah yang ditanyakan.
Pada pembahasan di atas, Sn merupakan suatu jumlah Riemann (Riemann sum). Apabila 
 konvergen ke suatu nilai L  L tersebut dinamakan integral Riemann, yang biasa dinyatakan dengan lambang integral (∫). Pada contoh ini, limit tersebut konvergen ke 16/3, dan dapat kita tulis .




Definisi Jumlah Riemann:
Pada contoh yang disajikan ini (dengan 9 buah persegi panjang), selang yang yang dimaksud adalah [0,2] dan partisinya adalah P = {x0, x1, x2, …, x10}, dengan x0 = 0, x1 = 0,2, x2 = 0,4, x3 = 0,6, … x10 = 2. Himpunan titik sampelnya adalah {x1, x2, x3, …, x10}, dan jumlah Riemann yang dihasilkan dari partisi dan titik-titik sampel ini adalah RP = 4,920.
Definisi Integral Riemann

Catatan:
P‖ adalah norma partisi P, yaitu lebar selang yang terbesar yang dibentuk partisi P. (Pada contoh dengan 4 persegi panjang, normanya adalah 0,4 sedangkan pada contoh dengan 9 persegi panjang, normanya adalah 0,2.) Apabila dengan semakin mengecilnya norma ternyata jumlah Riemann konvergen/menuju ke suatu nilai tertentu, dikatakanlah fungsi tersebut terintegralkan secara Riemann dan nilai yang dituju tersebut dilambangkan dengan  . Nilai tersebut dinamakan integral Riemann atau integral tentu fungsi f dari a ke b. Dalam contoh ini, f terintegralkan secara Riemann di [0,2] dan limit jumlah Riemann-nya konvergen ke :



BAB 3 PENUTUP

A.    Kesimpulan

Leonhard Euler merupakan pria berkebangsaan Swiss yang lahir di Basel, 15 April 1707. Ayahnya adalah seorang pastor Calvinisme, Paul Euler yang merupakan lulusan teologi dari University of Basel dan pernah mengambil mata kuliah Jacob Bernoulli, seorang matematikawan terkemuka Eropa. Leonhard Euler sangat diperhitungkan sebagai matematikawan terbesar yang pernah berjalan dunia. Ia sudah berkontribusi luar biasa di bidang matematika dan menjadi matematikawan yang diabadikan dalam notasi matematika, yaitu Nomor Euler dalam kalkulus ‘e’ (kurang lebih sama dengan 2.71828), dan konstanta Euler-Mascheroni ‘γ’ (kira-kira sama dengan 0.57721).
Ia membantu mengembangkan persamaan balok Euler-Bernoulli yang aplikasinya meluas ke teknik sipil dan teknik mesin.
Carl Friedrich Gauss (1777 - 1855) adalah seorang matematikawan, astronomi, dan fisikawan asal Jerman legendaris yang memberikan beragam kontribusi. Ia dipandang sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa selain Archimedes dan Isaac Newton. Pada usia tujuh tahun, Carl Friedrich Gauss memulai sekolah dasar, dan potensinya segera diketahui. Gurunya, Büttner, dan asistennya, Martin Bartels, tercengang saat Gauss menyimpulkan Bilangan bulat dari 1 sampai 100 langsung dengan melihat bahwa jumlahnya adalah 50 pasang bilangan yang masing-masing pasangan dijumlahkan menjadi 101.
Georg Friedrich Bernhard Riemann ialah matematikawan Jerman yang membuat sumbangan penting pada analisis dan geometri diferensial, beberapa darinya meratakan jalan untuk pengembangan lebih lanjut pada relativitas umum. Namanya dihubungkan dengan fungsi zeta Riemann, integral Riemann, lema Riemann, manipol Riemann, teorema pemetaan Riemann, problem Riemann-Hilbert, teorema Riemann-Roch, persamaan Cauchy-Riemann dll. Ia lahir di Breselenz, sebuah desa dekat Dannenberg di Kerajaan Hanover di Jerman sekarang. Ayahnya Friedrich Bernhard Riemann ialah pastor Lutheran di Breselenz. Bernhard merupakan anak kedua dari 6 bersaudara.

B.     Saran

Sebagai orang yang mengenal dan mempelajari ilmu matematika, kita juga harus mengenal sejarah dan perkembangan ilmu matematika. Demikian makalah ini kami susun, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, penulis yakin masih banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini, Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.




DAFTAR PUSTAKA

http://biografikita.com/biografi-leonhard-euler/  (diakses tanggal 6 Mei 2017)

Copyright 2009 trinadilla. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates